Hamaya & Omamori

Saturday, October 17, 2009


From Animonster #47

Setiap tahun baru, warga jepang berduyun-duyun pergi ke kuil untuk berdoa dan memohon berkat di tahun yang baru. Tak lupa mereka membeli jimat pembawa keberuntungan sebelum pulang. Jimat tersebut dipercaya dapat membawa keberuntungan serta menjadi pengusir nasib buruk, penyakit, dan malapetaka. Berakar dari kepercayaan Shinto dan adapt istiadat Jepang kuno, sampai sekarang orang Jepang masih suka membeli jimat. Jimat yang paling popular di Jepang adalah hamaya dan omamori, yang sangat banyak dibeli orang pada masa tahun baru.

Hamaya

Jimat ini cukup unik karena berupa anak panah yang terbuat dari kayu atau bamboo. Tentu saja, anak panah ini tidak digunakan untuk memanah sungguhan. Hamaya secara harafiah berarti anak panah pengusir setan atau roh jahat. Berdasarkan adat istiadat kuno Jepang, pada tahun baru pertama bagi seorang anak laki-laki, diberikan hamayumi yaitu sebuah busur [yumi] dan anak panah [ya] untuk membawa keberuntungan pada anak itu di masa depannya. Konon tradisi tersebut bermula ketika ada seorang anak laki-laki yang meramalkan masa depan dengan cara memanah ke sebuah papan sasaran. Kemudian hamaya menjadi salah satu jimat penolak bala yang dijual di kuil-kuil ketika tahun baru. Anak panah ini sudah diberi doa oleh pendeta kuil yang ditulis pada semacam kartu yang di ikatkan ke anak panah tersebut. Dikuil Tsuruoka Hachimangu di kota Kamakura, perfektur Kanagawa, yang selalu ramaioleh orang yang melakukan hatsumode atau kunjungan ke kuil di hari pertama di tahun yang abru, kurang lebih terjual 300.000 buah hamaya hari itu saja. Bahkan beberapa kuil memberikan hamaya secara Cuma-Cuma kepada pengunjung.

Omamori

Salah satu jimat yang paling digemari di Jepang adalah omamori. Omamori mempunyai arti harafiah “melindungi” atau “pelindung” [dari kata ‘mamoru’]. Jimat ini bisa berupa secarik kertas, logam, atau sepotong papan kecil yang bertuliskan nama dewa pelindung tertentu bahkan beserta lukisan dewa tersebut. Ada juga omamori yang bertuliskan doa khusus dan nama kuil yang memberi doa tersebut. Omamori yang berbentuk papan kayu biasanya ditaruh di tempat khusus di dalam rumah atau tempat kerja pemiiknyasebagai pembawa keberuntungan dan penolak bala.

Sedangkan omamori yang berupa kertas dapat mudah dibawa-bawa kemana pun pemiliknya pergi. Ada pula omamori yang digulung menjadi kecil dan dimasukan ke tabung kecil yang terbuat dari bambu dan dikenakan sebagai liontin kalung. Sekarang omamori lebih sering dilipat dan dimasukan kedalam kantung kecil yang disebut omamori bukuro. Kantung kecil yang terbuat dari kain beraneka warna dan diberi hiasan serta sulaman itu tampak apik dan mudah

0 comments:

Post a Comment